<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Filicium's Weblog</title>
	<atom:link href="http://filicium.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://filicium.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Feb 2008 21:37:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='filicium.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Filicium's Weblog</title>
		<link>http://filicium.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://filicium.wordpress.com/osd.xml" title="Filicium&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://filicium.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>malanora 1</title>
		<link>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-1/</link>
		<comments>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 21:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>filicium</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-1/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun lalu, ada sebuah diskusi di Berlin Barat, bertempat di Konsulat Indonesia. Seorang ahli tentang masyarakat Jawa diundang dari Belanda untuk bicara tentang orang Jawa. Seorang mahasiswa waktu itu mendebat :&#8221;Saya tak percaya bahwa orang Jawa itu masih ada sekarang persis seperti apa yang ada di kepala orang tentang orang Jawa pada tahun 1950-an. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filicium.wordpress.com&amp;blog=2896881&amp;post=10&amp;subd=filicium&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Beberapa tahun lalu, ada sebuah diskusi di Berlin Barat, bertempat di Konsulat Indonesia. Seorang ahli tentang masyarakat Jawa diundang dari Belanda untuk bicara tentang orang Jawa. Seorang mahasiswa waktu itu mendebat :&#8221;Saya tak percaya bahwa orang Jawa itu masih ada sekarang persis seperti apa yang ada di kepala orang tentang orang Jawa pada tahun 1950-an. Karena banyak orang Jawa yang sudah tidak Jawa lagi, setelah mereka mengembara ke pulau-pulau lain dan berintegrasi dengan budaya setempat. Sebaliknya, begitu banyak orang luar Jawa yang tinggal di Jawa dan secara perlahan-lahan menjadi orang Jawa secara budaya. Saya kenal benar seorang lelaki Batak, namanya Maruli Sitompul, yang halusnya bukan main, yang Jawa-nya bukan main. Ia secara etnik adalah orang Batak, tetapi secara kultural, sebagai manusia, ia adalah orang Jawa. Jadi, berbicara tentang orang Jawa sekarang sebenarnya berbicara tentang banyak kelompok etnik yang sudah menjadi orang Jawa. Sebaliknya, berbicara tentang kelompok etnik, kita harus berhati-hati karena seringkali akar etnik tidak langsung menunjuk pada budaya etnik.</p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Saya sendiri disebut disebut orang Jawa, karena saya lahir di Jawa. Orang tua saya orang Jawa, tapi saya besar di Jakarta. Saya tak pernah merasa diri saya sebagai orang Jawa. Saya bukan Jawa, bukan Jawa Barat, tapi juga bukan Jakarta. Saya merasa orang Indonesia. Ini bukan patriotisme, bukan. Sama seperti orang-orang Indo dulu. Secara psikologis mereka bingung, apakah mereka orang Indonesia atau orang Belanda. Saya juga mengalami suasana kejiwaan semacam itu. Saya bukan bagian dari kelompk etnik lagi, juga bukan bagian dari kelompok menurut geografis tempat saya tinggal. Tapi, saya tak menolak sama sekali menyebutkan diri saya orang Indonesia yang merangkum unsur etnis maupun geografis itu. Dan saya yakin saya tidak sendirian. Mungkin ribuan, atau puluhan ribu. Bisa jadi berjuta-juta. Dan saya yakin akan menjadi perasaan yang merata dalam waktu-waktu yang akan datang. Dalam dua generasi yang akan datang mungkin semua orang akan seperti saya. Tapi, ini mungkin hanya harapan saya sebagai orang Indonesia, dan itu Anda boleh ragukan sebagai patriotisme tok!&#8221;</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dulu, ia menganggapnya cuma kata-kata simpang siur. Apa artinya orang Jawa atau bukan orang Jawa. Apa artinya orang Batak atau bukan orang Batak. Kebutuhan paling riil adalah pendidikan yang baik, standar hidup yang baik, dan kepastian hukum. Seperti orang-orang lain, ia memuja demokrasi. Itu adalah awalnya, segalanya. Dengan demokrasi semuanya akan terjawab.Kini dengan sesama orang yang sepakat tentang demokrasi, belum tentu ada kesepakatan. Sama-sama percaya pada demokrasi, banyak orang yang mungkin punya pandangan yang lain tentang kehidupan dan bagaimana negeri mesti diatur. Lalu ia berpikir barangkali kerinduan pada demokrasi telah menolong orang untuk melupakan perbedaan pandangan sebenarnya yang sangat besar dan mungkin sama sekali amat berbahaya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Kerinduan yang meredam. Kerinduan sebagai senjata.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">&#8220;Keadaan rindu, keadaan belum sampai, dengan demikian jadi positif. Ia mengapungkan bahaya yang sebenarnya. Hanya masalahnya, apakah bahaya yang diapungkan itu, bahaya yang ditunda itu, kemudian akan melemah, lalu hilang atau kadaluwarsa, atau sebaliknya justru makin mengendap dan memantapkan diri untuk pada akhirnya nomplok telak seperti air bah&#8221;</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Ia sendiri tidak tahu. Ia tidak berani membayangkan. Ia tidak sanggup memikul pertanyaan sebesar itu, walaupun sebenarnya ingin. Ia benar-benar agak malu, karena justru berbarengan dengan pertanyaan besar itu, masalah-masalah tetek-bengek seperti kasus Nora sudah begitu mengganggunya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Ia kepingin memikul sesuatu yang lebih besar. Ia ingin jadi orang besar. Tetapi, kenapa yang berkutat di sekitarnya hanya masalah-masalah baju kutang dan celana dalam. Pikirannya jadi semak-semak yang menyesatkan. Ia terjebak hanyut. Lalu tergelincir diseret oleh tidur. Ia ngorok keras, sehingga pintu ikut bergetar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/filicium.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/filicium.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/filicium.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/filicium.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/filicium.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/filicium.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/filicium.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/filicium.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/filicium.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/filicium.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/filicium.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/filicium.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/filicium.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/filicium.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/filicium.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/filicium.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filicium.wordpress.com&amp;blog=2896881&amp;post=10&amp;subd=filicium&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12570b33d410e756b58d749d1931ba55?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">filicium</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>malanora 2</title>
		<link>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-2/</link>
		<comments>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 21:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>filicium</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-2/</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun dengan was-was, Nora mengikuti Pak Amin masuk. Mala mengangguk lagi untuk memberanikan wanita wanita itu. Ia tambah terharu. Beda dengan semua wanita yang dikenalnya, yang pongah , yang berani dan amat sadar pada haknya. Nora masih menyimpan kebersahajaan. Kerendahan hati dan tenggang rasa bahwa ia mungkin sekali akan melanggar hak orang lain. Itu buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filicium.wordpress.com&amp;blog=2896881&amp;post=9&amp;subd=filicium&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Meskipun dengan was-was, Nora mengikuti Pak Amin masuk. Mala mengangguk lagi untuk memberanikan wanita wanita itu. Ia tambah terharu. Beda dengan semua wanita yang dikenalnya, yang pongah , yang berani dan amat sadar pada haknya. Nora masih menyimpan kebersahajaan. Kerendahan hati dan tenggang rasa bahwa ia mungkin sekali akan melanggar hak orang lain. Itu buat Mala semacam kesadaran yang tinggi terhadap hak. Hak orang lain. Kesadaran yang seringkali lenyap pada wanita-wanita macam Dori.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Wanita seperti inikah yang kau cari, Boy?!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/filicium.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/filicium.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/filicium.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/filicium.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/filicium.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/filicium.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/filicium.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/filicium.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/filicium.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/filicium.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/filicium.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/filicium.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/filicium.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/filicium.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/filicium.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/filicium.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filicium.wordpress.com&amp;blog=2896881&amp;post=9&amp;subd=filicium&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12570b33d410e756b58d749d1931ba55?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">filicium</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>malanora 3</title>
		<link>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-3/</link>
		<comments>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 21:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>filicium</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-3/</guid>
		<description><![CDATA[Mala bingung lagi. Ia tak habis mengerti, mengapa konsep suami tiba-tiba muncul dalam ekspresi perempuan idiot yang terlambat dewasa itu. Tetapi, kenapa ketika benar-benar dibutuhkan, ia sama sekali tidak mengenalinya. Apa itu juga semacam sandiwara. Siapa sebenarnya yang paling lihai bersandiwara. Orang-orang pinter seperti Profesor Kunt, selebriti kayak Dori, para praktisi seperti Adam, atau Nora [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filicium.wordpress.com&amp;blog=2896881&amp;post=8&amp;subd=filicium&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mala bingung lagi. Ia tak habis mengerti, mengapa konsep suami tiba-tiba muncul dalam ekspresi perempuan idiot yang terlambat dewasa itu. Tetapi, kenapa ketika benar-benar dibutuhkan, ia sama sekali tidak mengenalinya. Apa itu juga semacam sandiwara. Siapa sebenarnya yang paling lihai bersandiwara. Orang-orang pinter seperti Profesor Kunt, selebriti kayak Dori, para praktisi seperti Adam, atau Nora yang dibahasakan oleh media sebagai orang awam. Siapa sebenarnya yang sudah menjajah, orang bodoh atau orang pinter? Siapa sebenarnya yang sudah memanipulasi, menindas, benarkah para penguasa yang memegang kekuasaan atau para oposan dan rakyat jelata?</p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Rakyat selama ini selalu dianggap sebagai pihak yang dikorbankan, yang dilukai, yang disembelih. Tak mungkinkan kejadiannya sebenarnya terbalik?</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Orang awam, rakyat jelata, orang kecil yang sudah melakukan penindasan. Dengan segala kemiskinannya, mereka melihat kekayaan, kemakmuran, kemapanan dan kekuasaan adalah gunung batu bangsat yang harus dihancurleburkan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Tak peduli kekuasaan itu adalah kepalan tangan mereka sendiri yang diupayakan mengepal dengan sangat sulit. Karena kemalasan memang sudah ditanamkan oleh penjajahan, membuat mereka hanya menjadi mesin penelan. Tak peduli kekuasaan dikendalikan oleh nabi-nabi yang suci, meskipun nabi yang paling sucipun sering bermetamorfose menjadi mesin kekejaman ketika sudah memegang kekuasaan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Anarkisme sudah menjadi umpatan bagi segala bentuk pengrusakan sewenang-wenang. Tetapi, kesewenang-wenangan atas nama rakyat selalu lupa diabsen. Banyak sekali dalang dan penulis lakon yang sudah memeprgunakan topeng rakyat, karena memang topeng itu dahsyat. Tak terjamah berhala hukum. Rakyat sudah menjadi berhala. Kemiskinan sudah menjadi bom nuklir. Ketidakadilan, ketidakbenaran dan kemanusiaan menjadi peralatan tempur yang dipergunakan oleh semua pihak. Dan, remukannya kembali ditanggung rakyat.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Ini anarkisme bentuk lain yang selalu diampuni. Kesewenang-wenangan rakyat yang mempergunakan posisinya untuk menyembelih kekuasaan, tiba-tiba menjadi sah untuk membenarkan semua kebrutalan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Apakah kekuasaan itu sebuah dosa? Kalau begitu Tuhan Yang Maha Kuasa itu juga penuh dosa. Karena Dialah Pemegang Kekuasaan Tertinggi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/filicium.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/filicium.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/filicium.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/filicium.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/filicium.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/filicium.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/filicium.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/filicium.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/filicium.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/filicium.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/filicium.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/filicium.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/filicium.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/filicium.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/filicium.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/filicium.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=filicium.wordpress.com&amp;blog=2896881&amp;post=8&amp;subd=filicium&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filicium.wordpress.com/2008/02/22/malanora-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12570b33d410e756b58d749d1931ba55?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">filicium</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
